Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gagal Ginjal dan cara Mengatasinya


pquaZCrrIguLSoWCsCdWLIACIGBDfjlIVkbBKFjVbLAYoVU Gagal Ginjal dan cara Mengatasinya   pquaZCrrIguLSoWCsCdWLIACIGBDfjlIVkbBKFjVbLAYoVU Gagal Ginjal dan cara Mengatasinya

Kesehatan tubuh kita tergantung pada berfungsinya nefron. Ketika nefron pada kedua ginjal kita rusak, karena penyakit atau kecelakaan, dapat menyebabkan tidak mampunya nefron berfungsi sebagai alat ekskresi. Keadaan demikian di sebut dengan gagal ginjal. Kerusakan ginjal yang kronis pada dasarnya tidak dapat di perbaiki.
Infeksi. Kerusakan ginjal dapat terjadi setelah agen infeksi masuk ke ginjal melalui peredaran darah atau melalui saluran kemih (uretra). Selain itu, kerusakan ginjal dapat juga terjadi setelah seseorang menghirup arsenik, pestisida atau za-zat beracun lainnya. Mengonsumsi obat-obatan dengan dosis tinggi secara terus menerus, seperti aspirin dapat merusak ginjal.
Glomerulonefritis. Glomerulonefritis, adalah peristiwa terperangkapnya suatu kompleks antigen-antibodi di dalam glomerulus. Jika tidak di keluarkan oleh sel-sel fagosit, kompleks tersebut dapat menyebabkan meluasnya peradangan dan kerusakan jaringan.
Batu ginjal. Batu ginjal terbentuk karena asam urat, garam-garam kalsium dan zat sisa lain yang seharusnya terbuang bersama urine tetapi mengendap di renal pelvis. Endapan zat-zat buangan tersebut dapat mengeras dan menghambat saluran ureter dan uretra sehingga mengganggu aliran urine. Batu ginjal dapat di sembuhkan dengan obat-obatan atau di ambil melalui operasi untuk menghindari kerusakan ginjal.
SOLUSI
Hemodialisis. Sekitar 13 juta rakyat amerika serikat menderita gagal ginjal. Sebuah mesin dialisis ginjal atau ginjal buatan sering kali menjadi solusi terhadap permasalahan ini. Seperti halnya ginjal, mesin dialisis dapat membantu mengatur cairan ekstraselular  dengan cara menyeleksi atau menyaring zat-zat terlarut di dalam darah. Dalam hemodialisis, sebuah mesin di hubungkan dengan arteri atau vena. Selanjutnya darah pasien di pompa melalui tabung yang di rendam dalam cairan yang hangat. Cairan tersebut terdiri dari campuran garam-garam, glukosa, dan substansi-substansi lain yang memiliki gradien konsentrasi sama dengan darah. Kemudian darah di alirkan kembali ke dalam tubuh. Untuk memperoleh hasil yang optimum, hemodialisis seharusnya di lakukan 3 kali dalam seminggu, setiap proses hemodialisis biasa berlangsung selama 4 jam.

pquaZCrrIguLSoWCsCdWLIACIGBDfjlIVkbBKFjVbLAYoVU Gagal Ginjal dan cara Mengatasinya

Dalam perintonial dialisis, cairan dengan komposisi tertentu di masukan ke tubuh pasien melalui rongga perut, kemudian didiamkan beberapa saat dan di keringkan. Dalam kasus ini peritonium berfungsi sebagai membran dialisis.
Transplantasi ginjal. Cuci darah dengan mesin dialisis hanya dapat di gunakan sewaktu-waktu. Jika kerusakan ginjal agak parah maka akan di lakukan transplantasi ginjal. Melalui perawatan dan diet terkontrol, banyak pasien yang kembali meneruskan aktivitas hidupnya secara normal.